“lo marah?” tanya Hesti
“menurut lo?” jawab Nicky yangmasih kesal
“katanya lo ga mau ketemu guelagi kata lo
‘apaan sih lo? gue baik-baik aja, anggap aja kita ga pernah kenal,dan jangan
ganggu kehidupan gue lagi’” ujar Hesti yang memperagakkan cara bicaraNicky. Dan
itu berhasil membuat Nicky tersenyum kecil, mungkin di pikirannyagadis aneh itu
telah kembali pada jati dirinya, bukan gadis yang ia temui saatberkelahi tadi.
Hesti tersenyum lega melihatsenyuman Nicky
yang ia berikan padanya.
“gue traktir es krim yah” sambungHesti
“Es krim? engga deh, gueburu-buru” ujar Nicky
yang langsung membawa gitarnya
“Nicky....” panggil Hesti yangterkesan manja
Langkah Nicky terhenti “bantuingue satu kali
lagi dong” sambungnya
“lo hobi yah minta tolong sama orang?”tanya
Nicky tanpa berbalik badan
“iya, bukannya orang itu tugasnyabuat bantu
orang yang susah ?”
Hestiberdiri dari tempat duduknya. Nicky berbalik padanya, perlahan demi
perlahanNicky mendekati Hesti, semakin dekat.. dekat.. dekat.... “ma.. mau
ngapain?”tanya Hesti sembari mundur perlahan menjauh dari Nicky
“dasar oneng” Nicky menoyor pelankepala Hesti
“lo kadang harus bisa hidup mandiri sendiri, ga tergantung samaorang” ujar
Nicky yang kemudian berjalan menjauh dari Hesti
Hesti berjalan mendekati Nickysembari
memainkan tali tasnya “lo mau ngajarin gue kayak gitu?” tanya Hestiyang membuat
Nicky berbalik lagi padanya dan kemudian terdiam untuk beberapasaat
“bener?” tanya Nicky. Hestimengangguk yakin
“ikutin gue” Nicky berjalan terlebih dulu. Hesti tersenyum dankemudian
mengikutinya.
Tak lama kemudian mereka tiba disuatu tempat
“Restourant? lo laper?” tanya Hesti memandang Nicky “ini pelajaranbuat lo”
Nicky menarik tangan Hesti untuk ikut dengannya masuk
“eh Nick, telat lo?” tanyaseorang lelaki yang
berpakaian rapi, sepertinya itu manager di Cafe ini
“iya. gue minta maaf yah” jawabNicky sedikit
merasa bersalah “bukan salah Nicky ko, dia bantuin aku” ujarHesti yang membuat
manager Cafe itu mengalihkan pandangannya dari Nicky.
“gpp ko, emang gue keliatan galakyah?” ujar
lelaki itu dengan tersenyum ramah. Hesti membalasnya dengan senyumanpula
“engga, malahan keliatan ganteng” jawab Hesti yang berhasil membuat
Nickymenginjakkan kakinya pada Hesti “awwww... dia yang galak” Hesti
meringissembari menunjuk Nicky. Manager itu tersenyum, sebut saja namanya Niko
“pacarlo lucu Nick, Kerja yang baik yah” ujarnya sembari menepuk pundak Nicky
danberlalu pergi “eh kita disangka pacaran” Hesti menyenggol tangan Nicky
dantersenyum “terus? lo suka? gue kayaknya harus ngejelasin sama mas Niko”
balasNicky “oh namanya mas Niko? ganteng juga” ujar Hesti
“hhh... males deh ngomong sama lo,dasar
pecicilan” Nicky meninggalkannya
“eh tungguin Nick... kalo orangpacaran, yang
kayak gitu namanya cemburu” gerutu Hesti sembari mengikuti Nicky.mereka
berjalan ke suatu ruangan
“dapur?” Hesti menengok ke arahNicky
“iya, selamat bekerja yah” Nickytersenyum
mengejek
“gue? terus lo?” tanya Hesti yangmasih
bingung
“udah deh jangan banyak tanya”Nicky mencari
teman sekerjanya “mba...” panggil Nicky. Seorang perempuan keluarmenghampiri
Nicky “ya Nick?” jawabnya
“bantuin dia yah mba, dia anakbaru” tolong
Nicky
“oh iya-iya Nick” jawabnya yangmembuat Nicky
tersenyum manis padanya kemudian pergi meninggalkan dua orangperempuan itu.
Hesti melihat ke arah Nicky pergi
“ouuuhhhh Nicky sweeeeeetttttbanget” ujar
pegawai itu sembari terus melihat Nicky pergi menjauh
“mba” Hesti menepuk pundakpegawai itu
“cems.... ganggu aja sih” ujarpegawai itu
yang langsung menepis tangan Hesti
Nicky menaikki panggung yang adadi tengah
keramaian Cafe yang cukup besar tersebut. Ia tersenyum sembarimembenarkan stand
up mike nya dan memulai satu buah lagu
“oh jadi Nicky....”
“ayo” pegawai itu memtotongpembicaraan Hesti
dengan sangat ketus
Hesti pun mengangguk sembaritersenyum tipis
Beberapa jam telah berlalu, Cafetersebut
memang tak pernah sepi pengunjung, tapi sebuah keterangan yangbertuliskan CLOSE
itu menghiasi pintu utama Cafe tersebut
“yuk!!” Nicky mengajak gadis itupulang
bersamanya
Hesti yang terlihat begitukecapean pun
terpaksa mengembangkan senyumannya
“gimana? baik kerjanya?” tanyaNicky
disela-sela perjalanan mereka
Hesti menganggukkan kepalanya
“ko lo lesu kayak gitu sih? gabiasanya” ujar
Nicky tersenyum dan meluruskan pandangannya
“hhhh mana ada sih kerja yang gacape” jawab
Hesti yang mulai berbicara
“yaudah deh besok lo ga usah ikutgue lagi”
balas Nicky
Hesti segera memegang tanganNicky dan
menggeleng
“hhhh... okelah” Nicky membalasmemegang
pergelangan tangan Hesti
“awww” jeritnya
“Kenapa?” tanya Nicky yang terkejutsembari
melihat tangan Hesti “ko merah? kesirem air panas?” lanjutnya
“hehe awal kerja ada insiden kanbiasa” jawab
Hesti sembari tersenyum pahit
‘PRAYYY’ mangkuk sayur itu taksengaja Hesti
jatuhkan beserta dengan sup yang masih panas di dalamnya
“maaf mba” Hesti menjongkokkandirinya
“makanya hati-hati dong. Anehbanget Nicky
bawa orang kayak kamu” jawab pegawai itu sembari berjalanmelewatinya
“WOYYY!” Nicky membangunkan Hestidari
lamunannya “kenapa lagi? ngelamun” sambung Nicky
“engga, so tau lu. Oh iya ko guebaru tau
suara lo bagus kayak gitu? pas lo ngomong sama gue suara lo ga sebaguspas lo
nyanyi” jawab Hesti sembari menatap Nicky
“terus setiap gue ngomong samalo, gue harus
kayak drama musikal gitu?” jawab Nicky kesal yag alhasil membuat Hestitersenyum
#Singapore
‘hiks hiks hiks’ suara tangisanitu menyambut
Santi yang baru saja keluar dari kamar mandi
“lo nangis Ki? kenapa?” tanyaSanti yang
langsung duduk di tempat tidurnya sembari mengusap rambut basahnyadengan handuk
Kiky hanya terdiam sembari masihmemfokuskan
pandangannya pada televisi yang ada di kamar Santi. Rasa penasaranmembuat Santi
mengalihkan pandangannya pada objek yang telah membuat Kikymenangis sesegrukkan
“lo nangis gara-gara liat ini?”Santi menuruni
kasurnya bermaksud mensejajarkan dirinya dengan Kiky yang sedangmemeluk sebuah
remote di tangannya
Kiky melihat ke arah Santi dankemudian
mengangguk
“hhhhh....” Santi berdirikemudian melemparkan
handuknya pada wajah Kiky
“ish rese lo” Kikymenyingkirkannya “lo mau
kemana?” lanjut Kiky
“penting buat lo?” jawab Santiketus
“penting buat hidup gue” Kikyberdiri,
pandangan lain diberkannya pada Santi
“maksud lo?” Santi menanggapiserius perkataan
Kiky
“maksud gue....” Kiky menghampiriSanti dan
memegang kedua tangannya, dengan keheranan Santi melihat tangannyayang di
pegang oleh Kiky
“maksud lo apaan?” ujar Santilembut
“ambilin gue minum yah” jawabanKiky berhasil
membuat Santi naik pitam
“oneng lu, lebay lo udah tingkatnasional yau
ga” Santi menutup pintu kamarnya dengan kesal
“San.... tapi di film-film kayakgitu” ujar
Kiky yang sepertinya sudah tak dihiraukan oleh Santi.
Beberapa saat Kiky terdiam dibalik pintu,
kini ekspresinya berbeda, Kiky berbalik badan dan tersenyummenanggapi kejadian
tadi, entah senyum apa yang ia isyaratkan.
Selang beberapa waktu Santikembali
“yeee.... mana minuman gue? lamabanget sih
lo, kalo gue dehidrasi gimana? kalo gue pingsan disini gimana? kalogue akhirnya
mati disini terus gentayangin lo lo ma....” ucapan Kiky terhentisaat Santi
memasukkan cemilan seperti kue ke dalam mulutnya. Kiky segeramengunyah kue
tersebut
“gue seret bukan laper”sambungnya yang
kemudian meminum air yang sudah tersedia
“habisnya gue kehabisan cara buatbikin lo
supaya diem” ujar Santi sembari membawa sebuah majalah dari meja yangada di
kamarnya
“rese lo emang” balas Kiky yangmembuat Santi
tersenyum tipis “oh iya, ntar di Jakarta gue ada project” sambungKiky
“oh yah? apaan?” tanya Santi
“ho’oh, meskipun gue belumngeiyain sih. Jadi
gini gue di minta buat sharing ilmu lah tentang fotografi disebuah kampus kayak
gitu” balas Kiky
“bagus dong, ambil aja” saranSanti sembari
membalikkan badannya pada Kiky
“tapi gue butuh partner, dan ituharus elu”
jawab Kiky yang membuat Santi sedikit terkejut
“gue?” tanya Santi yang masihterkejut
“ho’oh” balas Kiky kembalisembari
menyenderkan dirinya pada balkon kamar Santi
“kayaknya gue ga suka deh Ki samayang kayak
gituan, ya maksudnya gue ga bisa” balas Santi
“yah elu mah, matehin semangatgue tau ga”
Kiky membalikkan badannya dan memegang kedua pembatas di balkonkamar tersebut
“ya ellah ngambek lu?” Shantimerangkul pundak
Kiky sembari mencoba mengintip wajahnya
“au ah” Kiky memalingkan wajahnya
“iya-iya gue mau” balas Santiyang mebut Kiky
berbalik tersenyum padanya
“beneran yah?”
“Lu paket komplit banget sih Ki,resenya ada,
nyebelinnya ada, tukang maksanya ada, lebaynya ada, pokoknyasemuanya ada di elu
deh” ucapan Santi itu mampu membuat mood Kiky kembalimemburuk
“hati berbie lo balik lagi deh,dasar siluman
berbie” sambung Santi sembari di selingi dengan tawanya
Bersambung....
by: Hesti Safitri
#TMCCSKEMA
Tidak ada komentar :
Posting Komentar