Minggu, 10 Mei 2015

Cerbung : JANGAN BERHENTI MENCINTAIKU *4

“lo marah?” tanya Hesti
“menurut lo?” jawab Nicky yangmasih kesal
“katanya lo ga mau ketemu guelagi kata lo ‘apaan sih lo? gue baik-baik aja, anggap aja kita ga pernah kenal,dan jangan ganggu kehidupan gue lagi’” ujar Hesti yang memperagakkan cara bicaraNicky. Dan itu berhasil membuat Nicky tersenyum kecil, mungkin di pikirannyagadis aneh itu telah kembali pada jati dirinya, bukan gadis yang ia temui saatberkelahi tadi.
Hesti tersenyum lega melihatsenyuman Nicky yang ia berikan padanya.
“gue traktir es krim yah” sambungHesti
“Es krim? engga deh, gueburu-buru” ujar Nicky yang langsung membawa gitarnya
“Nicky....” panggil Hesti yangterkesan manja
Langkah Nicky terhenti “bantuingue satu kali lagi dong” sambungnya
“lo hobi yah minta tolong sama orang?”tanya Nicky tanpa berbalik badan
“iya, bukannya orang itu tugasnyabuat bantu orang yang susah         ?” Hestiberdiri dari tempat duduknya. Nicky berbalik padanya, perlahan demi perlahanNicky mendekati Hesti, semakin dekat.. dekat.. dekat.... “ma.. mau ngapain?”tanya Hesti sembari mundur perlahan menjauh dari Nicky
“dasar oneng” Nicky menoyor pelankepala Hesti “lo kadang harus bisa hidup mandiri sendiri, ga tergantung samaorang” ujar Nicky yang kemudian berjalan menjauh dari Hesti
Hesti berjalan mendekati Nickysembari memainkan tali tasnya “lo mau ngajarin gue kayak gitu?” tanya Hestiyang membuat Nicky berbalik lagi padanya dan kemudian terdiam untuk beberapasaat
“bener?” tanya Nicky. Hestimengangguk yakin “ikutin gue” Nicky berjalan terlebih dulu. Hesti tersenyum dankemudian mengikutinya.
Tak lama kemudian mereka tiba disuatu tempat “Restourant? lo laper?” tanya Hesti memandang Nicky “ini pelajaranbuat lo” Nicky menarik tangan Hesti untuk ikut dengannya masuk
“eh Nick, telat lo?” tanyaseorang lelaki yang berpakaian rapi, sepertinya itu manager di Cafe ini
“iya. gue minta maaf yah” jawabNicky sedikit merasa bersalah “bukan salah Nicky ko, dia bantuin aku” ujarHesti yang membuat manager Cafe itu mengalihkan pandangannya dari Nicky.
“gpp ko, emang gue keliatan galakyah?” ujar lelaki itu dengan tersenyum ramah. Hesti membalasnya dengan senyumanpula “engga, malahan keliatan ganteng” jawab Hesti yang berhasil membuat Nickymenginjakkan kakinya pada Hesti “awwww... dia yang galak” Hesti meringissembari menunjuk Nicky. Manager itu tersenyum, sebut saja namanya Niko “pacarlo lucu Nick, Kerja yang baik yah” ujarnya sembari menepuk pundak Nicky danberlalu pergi “eh kita disangka pacaran” Hesti menyenggol tangan Nicky dantersenyum “terus? lo suka? gue kayaknya harus ngejelasin sama mas Niko” balasNicky “oh namanya mas Niko? ganteng juga” ujar Hesti
“hhh... males deh ngomong sama lo,dasar pecicilan” Nicky meninggalkannya
“eh tungguin Nick... kalo orangpacaran, yang kayak gitu namanya cemburu” gerutu Hesti sembari mengikuti Nicky.mereka berjalan ke suatu ruangan
“dapur?” Hesti menengok ke arahNicky
“iya, selamat bekerja yah” Nickytersenyum mengejek
“gue? terus lo?” tanya Hesti yangmasih bingung
“udah deh jangan banyak tanya”Nicky mencari teman sekerjanya “mba...” panggil Nicky. Seorang perempuan keluarmenghampiri Nicky “ya Nick?” jawabnya
“bantuin dia yah mba, dia anakbaru” tolong Nicky
“oh iya-iya Nick” jawabnya yangmembuat Nicky tersenyum manis padanya kemudian pergi meninggalkan dua orangperempuan itu. Hesti melihat ke arah Nicky pergi
“ouuuhhhh Nicky sweeeeeetttttbanget” ujar pegawai itu sembari terus melihat Nicky pergi menjauh
“mba” Hesti menepuk pundakpegawai itu
“cems.... ganggu aja sih” ujarpegawai itu yang langsung menepis tangan Hesti
Nicky menaikki panggung yang adadi tengah keramaian Cafe yang cukup besar tersebut. Ia tersenyum sembarimembenarkan stand up mike nya dan memulai satu buah lagu
“oh jadi Nicky....”
“ayo” pegawai itu memtotongpembicaraan Hesti dengan sangat ketus
Hesti pun mengangguk sembaritersenyum tipis
Beberapa jam telah berlalu, Cafetersebut memang tak pernah sepi pengunjung, tapi sebuah keterangan yangbertuliskan CLOSE itu menghiasi pintu utama Cafe tersebut
“yuk!!” Nicky mengajak gadis itupulang bersamanya
Hesti yang terlihat begitukecapean pun terpaksa mengembangkan senyumannya
“gimana? baik kerjanya?” tanyaNicky disela-sela perjalanan mereka
Hesti menganggukkan kepalanya
“ko lo lesu kayak gitu sih? gabiasanya” ujar Nicky tersenyum dan meluruskan pandangannya
“hhhh mana ada sih kerja yang gacape” jawab Hesti yang mulai berbicara
“yaudah deh besok lo ga usah ikutgue lagi” balas Nicky
Hesti segera memegang tanganNicky dan menggeleng
“hhhh... okelah” Nicky membalasmemegang pergelangan tangan Hesti
“awww” jeritnya
“Kenapa?” tanya Nicky yang terkejutsembari melihat tangan Hesti “ko merah? kesirem air panas?” lanjutnya
“hehe awal kerja ada insiden kanbiasa” jawab Hesti sembari tersenyum pahit
‘PRAYYY’ mangkuk sayur itu taksengaja Hesti jatuhkan beserta dengan sup yang masih panas di dalamnya
“maaf mba” Hesti menjongkokkandirinya
“makanya hati-hati dong. Anehbanget Nicky bawa orang kayak kamu” jawab pegawai itu sembari berjalanmelewatinya
“WOYYY!” Nicky membangunkan Hestidari lamunannya “kenapa lagi? ngelamun” sambung Nicky
“engga, so tau lu. Oh iya ko guebaru tau suara lo bagus kayak gitu? pas lo ngomong sama gue suara lo ga sebaguspas lo nyanyi” jawab Hesti sembari menatap Nicky
“terus setiap gue ngomong samalo, gue harus kayak drama musikal gitu?” jawab Nicky kesal yag alhasil membuat Hestitersenyum

#Singapore
‘hiks hiks hiks’ suara tangisanitu menyambut Santi yang baru saja keluar dari kamar mandi
“lo nangis Ki? kenapa?” tanyaSanti yang langsung duduk di tempat tidurnya sembari mengusap rambut basahnyadengan handuk
Kiky hanya terdiam sembari masihmemfokuskan pandangannya pada televisi yang ada di kamar Santi. Rasa penasaranmembuat Santi mengalihkan pandangannya pada objek yang telah membuat Kikymenangis sesegrukkan
“lo nangis gara-gara liat ini?”Santi menuruni kasurnya bermaksud mensejajarkan dirinya dengan Kiky yang sedangmemeluk sebuah remote di tangannya
Kiky melihat ke arah Santi dankemudian mengangguk
“hhhhh....” Santi berdirikemudian melemparkan handuknya pada wajah Kiky
“ish rese lo” Kikymenyingkirkannya “lo mau kemana?” lanjut Kiky
“penting buat lo?” jawab Santiketus
“penting buat hidup gue” Kikyberdiri, pandangan lain diberkannya pada Santi
“maksud lo?” Santi menanggapiserius perkataan Kiky
“maksud gue....” Kiky menghampiriSanti dan memegang kedua tangannya, dengan keheranan Santi melihat tangannyayang di pegang oleh Kiky
“maksud lo apaan?” ujar Santilembut
“ambilin gue minum yah” jawabanKiky berhasil membuat Santi naik pitam
“oneng lu, lebay lo udah tingkatnasional yau ga” Santi menutup pintu kamarnya dengan kesal
“San.... tapi di film-film kayakgitu” ujar Kiky yang sepertinya sudah tak dihiraukan oleh Santi.
Beberapa saat Kiky terdiam dibalik pintu, kini ekspresinya berbeda, Kiky berbalik badan dan tersenyummenanggapi kejadian tadi, entah senyum apa yang ia isyaratkan.
Selang beberapa waktu Santikembali
“yeee.... mana minuman gue? lamabanget sih lo, kalo gue dehidrasi gimana? kalo gue pingsan disini gimana? kalogue akhirnya mati disini terus gentayangin lo lo ma....” ucapan Kiky terhentisaat Santi memasukkan cemilan seperti kue ke dalam mulutnya. Kiky segeramengunyah kue tersebut
“gue seret bukan laper”sambungnya yang kemudian meminum air yang sudah tersedia
“habisnya gue kehabisan cara buatbikin lo supaya diem” ujar Santi sembari membawa sebuah majalah dari meja yangada di kamarnya
“rese lo emang” balas Kiky yangmembuat Santi tersenyum tipis “oh iya, ntar di Jakarta gue ada project” sambungKiky
“oh yah? apaan?” tanya Santi
“ho’oh, meskipun gue belumngeiyain sih. Jadi gini gue di minta buat sharing ilmu lah tentang fotografi disebuah kampus kayak gitu” balas Kiky
“bagus dong, ambil aja” saranSanti sembari membalikkan badannya pada Kiky
“tapi gue butuh partner, dan ituharus elu” jawab Kiky yang membuat Santi sedikit terkejut
“gue?” tanya Santi yang masihterkejut
“ho’oh” balas Kiky kembalisembari menyenderkan dirinya pada balkon kamar Santi
“kayaknya gue ga suka deh Ki samayang kayak gituan, ya maksudnya gue ga bisa” balas Santi
“yah elu mah, matehin semangatgue tau ga” Kiky membalikkan badannya dan memegang kedua pembatas di balkonkamar tersebut
“ya ellah ngambek lu?” Shantimerangkul pundak Kiky sembari mencoba mengintip wajahnya
“au ah” Kiky memalingkan wajahnya
“iya-iya gue mau” balas Santiyang mebut Kiky berbalik tersenyum padanya
“beneran yah?”
“Lu paket komplit banget sih Ki,resenya ada, nyebelinnya ada, tukang maksanya ada, lebaynya ada, pokoknyasemuanya ada di elu deh” ucapan Santi itu mampu membuat mood Kiky kembalimemburuk
“hati berbie lo balik lagi deh,dasar siluman berbie” sambung Santi sembari di selingi dengan tawanya

Bersambung....

by: Hesti Safitri 
#TMCCSKEMA


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.