Malem-malem begadang ga tau mau apa, yaudah
next story aja
Cekidooottttttt
...............................................
“Lu paket komplit banget sih Ki,resenya ada,
nyebelinnya ada, tukang maksanya ada, lebaynya ada, pokoknyasemuanya ada di elu
deh” ucapan Santi itu mampu membuat mood Kiky kembalimemburuk
“hati berbie lo balik lagi deh,dasar siluman
berbie” sambung Santi sembari di selingi dengan tawanya
Kiky tersenyum melihat wajahSanti yang
setelah kian lama rasanya sangat jarang menemukan mimik wajahnyayang seperti
ini
@@ Satu Bulan Kemudian @@
Selama satu bulan ini Hesti danNicky kian
makin akrab. Hanya Nicky dan Hesti saja. Tapi masih tidak untukHesti dan salah
satu pegawai disana, pegawai perempuan yang sepertinya menyukaiNicky, sebut
saja namanya Desya
“Hes sini deh” ujar Desyamemanggil Hesti yang
telang mengelap piring-piring yang menumpuk
“iya mba?” jawab Hesti
“tolong buangin sampah itu dong”Desya
menunjuk kresek sampah yang telah penuh di ujung ruangan. Hesti tersenyum
“tapi mba, bukannya...”
“oh berani ngelawan sekarangyah?” potong
Desya
Hestipun mengangguk, ketikatangannya ingin
membawa kresek sampah itu, sebuah tangan mencegahnya
“ga usah”
“Ni... Nicky” ujar Desya gugup
“gue ga nyangka yah sama lo mba”Nicky membuka
celemek yang terpakai di badan Hesti “mulai sekarang dia ga kerjalagi disini”
sambung Nicky yang langsung menarik Hesti keluar dari ruangan itu
“iihhh... ih” Desya mendenguskesal.
Nicky langsung menyuruh Hestiduduk ketika
mereka sudah sampai di taman cafe itu
“lo ngeselin yah? kenapa lo gangasih tau gue
kalo Desya perlakuin lo kayak gitu? kenapa? hah kenapa?” tanyaNicky kesal.
Hesti menengadahkan kepalanyamelihat wajah
Nicky yang kini berpaling darinya
“gue ga mau cari masalah Nick”jawab Hesti
pelan
“apa? ga mau cari masalah? danmasalah Hes”
Hesti tersenyum
“baru kali ini lo panggil namague” jawab
Hesti yang membuat Nicky makin geram
“bukan itu masalahnya” balasNicky
Hesti menarik tangan Nicky untukduduk di
sampingnya “gue gapapa ko Nick, tapi ko lo putusin gue untuk berhentisih? gue
ga enak sama mas Niko, lagian gue ga mau nanti lo kehilangan pekerjaanlo” jawab
Hesti
“Nick!” ujar Niko keluar dariCafe itu sembari
membenarkan jam tangannya “loh, ko kamu di luar?” sambung Nikobertanya pada
Hesti
“aku juga mau balik lagi ko mas,eh pak hehe”
jawab Hesti yang membuat Nicko tertawa kecil
“panggil kakak aja”
“kakak?” tanya Hesti
“iya soalnya adek gue ini ga maupanggil gue
kakak” Niko menepuk pundak Nicky “yaudah, Nick, bilang sama mamayah, gue
pulangnya telat” sambungnya yang langsung memasuki mobilnya
Mata Hesti kini tertuju padaNicky, ia merasa
kaget akan pernyataan yang baru saja ia dengar. Yah, Niko sangmanager cafe itu,
tepatnya cafe itu memang miliknya
“kenapa? mau so soan kaget? guetau pasti lo
mau bilang ‘Nicky! mas Niko itu kakak lo? kenapa lo ga ngasih taugue’ iyakan?”
tebakan Nicky mendapat anggukkan cepat dari Hesti “penting guejawab pertanyaan
lo?” sambung Nicky yang membuat Hesti berfikir
“penting ga yah?” ujarnya pelansembari
menggigit jari kukunya
“cape yah ngomong sama lo, buruangue anterin
pulang” Nicky menarik tangan Hesti untuk mendekati motor ninjahitam
kesayangannya.
Tak lama kemudian mereka sampai
“makasih yah” ujar Hestimengembalikan helmnya
“besok lo ga usah dateng lagi”balas Nicky
“tapi....”
“ga ada tapi-tapian. Gue balikdulu” potong
Nicky yang langsung menancap gasnya
Hesti menarik nafas panjang
“okelah” Hesti kini memasukirumahnya
Hanya perlu beberapa menit untukHesti mandi
dan berganti baju, kini ia siap untuk memasuki balkon kamarnya yangcukup luas,
terdapat kenangan bersama teman-temannya. Terlihat kursi panjang,ayunan, bangku
yang lebar, dan terdapat pohon besar tepat di dekat ujungpembatas balkonnya.
Ia membaringkan dirinya di bangkutepat di
hadapan sebuah pohon besar tersebut, gadis itu mengayunkan kakinyayang setengah
menapak di dasar tembok yang menjadi alasnya berpijak, senyumnyamengembang
sempurna, terdapat banyak harapan yang bergantung di pohon itu,foto-foto mereka
bergantungan di ranting.
‘CEKREK’ kilatan cahaya itumembangunkan Hesti
yang langsung berbalik ke arahnya. Senyumnya semakinmenggambarkan bahwa ia
memang sangat senang
“Kiky?” ujarnya tak percaya
Perlahan pemuda itu berjalanmenghampirinya
sembari membawa sebuah kamera di tangan. Setelah ia sampai didekat Hesti, gadis
itu segera memeluknya
“kangen banget gue sama lo,kenapa ga bilang
kalo udah di bandara? kan gue bisa jemput” ujar Hesti sedikitkesal
“gue kan tau lo kuliah” balasKiky yang memang
dapat di pahami oleh Hesti
“Oh iya, Santi mana? ko losendirian? gue
kangen banget ma tuh anak” balas Hesti
“lo kan tau kalo cewe itu ribetapalagi dia,
dan kalo udah ketemu sama nyokap lo, lo tau sendiri gimanahebohnya” balas Kiky
yang langsung duduk di bangku tempat tadi Hesti berbaring
“hehe iya sih. Terus gimanakerjaannya bos?”
tanya Hesti yang di iringi senyum dan langsung duduk disamping Kiky
“ya gitulah, ga semuanya berjalandengan baik”
balas Kiky
“yaellah resmi banget jawabnya”
“HESTIII!!!!” teriakkan itumembuat Hesti
kembali berdiri
“SANTIIII!!!!” mereka salingbertatap muka dan
berpelukkan
“gue kangen sama lo” ujar Santi
“apalagi gue. eh ko lo makin gendutansih?”
tanya Hesti yang membuat Santi mengerucutkan bibirnya
“oh yah? ga tau kenapa belakanganini gue
emang doyan makan, tapi gapapalah yang penting ga segemuk Kiky waktu SDkan?”
ucapan Santi membuat dua orang gadis itu tertawa mengejek Kiky
“puas? puas kalian? ah males gue”ujar Kiky
ngambek
“hhh... dia emang agak sensitifansekarang Hes
orangnya, males deh gue hadepinnya, kalo lo bareng-bareng sama diaharus
banyak-banyak baca istigfar, kalo bisa yasin juga sekalian” canda Santi
“lo pikir gue dedemit apa?” balasKiky yang
membuat mereka tertawa kembali
“udah dong, berateman mulu sih.Gue kangen tau
sama kalian, kesel gue sendiri disini, eh tapi-tapi gue pengenceritain
seseorang, biasanyakan gue suka lupa sama temen yang baru gue kenalkayak gitu,
temen yang lama aja gue suka lupa, tapi engga buat kalian berdua gausah pada
cemberut. Tapi yang satu ini gue gampang inget loh” cerocos Hesti
“hhmm perlu di introgasi nih”ujar Santi yang
langsung mendorong Hesti untuk duduk. Kejadian ini sama sepertidulu, tepatnya
terjadi pada Santi
Hesti dan Kiky mengelilingi Santiyang tengah
seperti ada di ruang sidang, tepatnya ia menjadi tersangka
“sejak kapan anda mengenal priaitu?” ujar
Kiky dengan setelan baju SMA dan memkai kacamata hitam besar.Mungkin di
pikirannya ia sekarang tengah menjadi seorang detektif
“coba jelaskan bagaimana perasaananda?” Hesti
menyambung pertanyaan Kiky, Gadis itu memakai setelan baju SMAdengan memakai
baju jaket ala korea yang panjangnya melebihi rok selututnyadengan memegang
kaca pembesar di tangan
“Ki... gerah nih” sambung Hestiyang ingin
mencoba memebuka jaketnya
“ish... jangan dulu” Kikymencegahnya
“oke gue jawab” balas Santi yangmendapatkan
acungan telunjuk dari Kiky yang menginsyaratkan ada kata-kata yangsalah
“mohon anda lebih formal” ujarKiky yang
mendapat ekspresi datar dari Santi
“baik, saya akan menjawabnya,saya kenal dia
baru satu tahun, dan rasanya itu gu.. saya nyamaaaannn banget”balas Santi
“baiklah-baiklah. Saudari Hestitolong catat”
pinta Kiky
Hesti mengangguk
“siapa nama pemuda yang melebihiketampanan
saya itu?” tanya Kiky yang membua kedua sahabatnya itu salingbertatap
“wwwwwlllleeeee” secara serempakkedua gadis
itu menyepertikan orang yang sedang mual dengan omongan-omonganKiky itu.
Mengingat kejadian itu membuatmereka bertiga
tertawa
“udah deh, gue bukan anak SD,SMP. atau SMA
yang harus kalian introgasi kayak gitu” ujar Hesti
“tapikan kita pengen tau” balasSanti yang
masih tertawa kecil
“mmmm.... besok deh gue kenalin,Oke?” ujar
Hesti yang membuat kedua sahabatnya itu mengangguk
“baiklah” balas mereka berdua
Bersambung....
Besok? dengan siapa mereka akanbertemu?
apakah ada kedekatan khusus antara mereka sebelumnya yang belum diketahui oleh
Hesti? pasti udah pada ketebak, tapi apakah tebakannya akanmelenceng? atau
malah ceritanya yang melenceng? hahaha tunggu di partselanjutnya
maaf makin ga jelas, makin gaseru
Coment masih sangat di perlukan
by: Hesti Safitri
#TMCCSKEMA
Tidak ada komentar :
Posting Komentar