Minggu, 10 Mei 2015

Cerbung : JANGAN BERHENTI MENCINTAIKU *5

Malem-malem begadang ga tau mau apa, yaudah next story aja
Cekidooottttttt
...............................................
“Lu paket komplit banget sih Ki,resenya ada, nyebelinnya ada, tukang maksanya ada, lebaynya ada, pokoknyasemuanya ada di elu deh” ucapan Santi itu mampu membuat mood Kiky kembalimemburuk
“hati berbie lo balik lagi deh,dasar siluman berbie” sambung Santi sembari di selingi dengan tawanya
Kiky tersenyum melihat wajahSanti yang setelah kian lama rasanya sangat jarang menemukan mimik wajahnyayang seperti ini

@@ Satu Bulan Kemudian @@
Selama satu bulan ini Hesti danNicky kian makin akrab. Hanya Nicky dan Hesti saja. Tapi masih tidak untukHesti dan salah satu pegawai disana, pegawai perempuan yang sepertinya menyukaiNicky, sebut saja namanya Desya
“Hes sini deh” ujar Desyamemanggil Hesti yang telang mengelap piring-piring yang menumpuk
“iya mba?” jawab Hesti
“tolong buangin sampah itu dong”Desya menunjuk kresek sampah yang telah penuh di ujung ruangan. Hesti tersenyum
“tapi mba, bukannya...”
“oh berani ngelawan sekarangyah?” potong Desya
Hestipun mengangguk, ketikatangannya ingin membawa kresek sampah itu, sebuah tangan mencegahnya
“ga usah”
“Ni... Nicky” ujar Desya gugup
“gue ga nyangka yah sama lo mba”Nicky membuka celemek yang terpakai di badan Hesti “mulai sekarang dia ga kerjalagi disini” sambung Nicky yang langsung menarik Hesti keluar dari ruangan itu
“iihhh... ih” Desya mendenguskesal.
Nicky langsung menyuruh Hestiduduk ketika mereka sudah sampai di taman cafe itu
“lo ngeselin yah? kenapa lo gangasih tau gue kalo Desya perlakuin lo kayak gitu? kenapa? hah kenapa?” tanyaNicky kesal.
Hesti menengadahkan kepalanyamelihat wajah Nicky yang kini berpaling darinya
“gue ga mau cari masalah Nick”jawab Hesti pelan
“apa? ga mau cari masalah? danmasalah Hes”
Hesti tersenyum
“baru kali ini lo panggil namague” jawab Hesti yang membuat Nicky makin geram
“bukan itu masalahnya” balasNicky
Hesti menarik tangan Nicky untukduduk di sampingnya “gue gapapa ko Nick, tapi ko lo putusin gue untuk berhentisih? gue ga enak sama mas Niko, lagian gue ga mau nanti lo kehilangan pekerjaanlo” jawab Hesti
“Nick!” ujar Niko keluar dariCafe itu sembari membenarkan jam tangannya “loh, ko kamu di luar?” sambung Nikobertanya pada Hesti
“aku juga mau balik lagi ko mas,eh pak hehe” jawab Hesti yang membuat Nicko tertawa kecil
“panggil kakak aja”
“kakak?” tanya Hesti
“iya soalnya adek gue ini ga maupanggil gue kakak” Niko menepuk pundak Nicky “yaudah, Nick, bilang sama mamayah, gue pulangnya telat” sambungnya yang langsung memasuki mobilnya
Mata Hesti kini tertuju padaNicky, ia merasa kaget akan pernyataan yang baru saja ia dengar. Yah, Niko sangmanager cafe itu, tepatnya cafe itu memang miliknya
“kenapa? mau so soan kaget? guetau pasti lo mau bilang ‘Nicky! mas Niko itu kakak lo? kenapa lo ga ngasih taugue’ iyakan?” tebakan Nicky mendapat anggukkan cepat dari Hesti “penting guejawab pertanyaan lo?” sambung Nicky yang membuat Hesti berfikir
“penting ga yah?” ujarnya pelansembari menggigit jari kukunya
“cape yah ngomong sama lo, buruangue anterin pulang” Nicky menarik tangan Hesti untuk mendekati motor ninjahitam kesayangannya.
Tak lama kemudian mereka sampai
“makasih yah” ujar Hestimengembalikan helmnya
“besok lo ga usah dateng lagi”balas Nicky
“tapi....”
“ga ada tapi-tapian. Gue balikdulu” potong Nicky yang langsung menancap gasnya
Hesti menarik nafas panjang
“okelah” Hesti kini memasukirumahnya
Hanya perlu beberapa menit untukHesti mandi dan berganti baju, kini ia siap untuk memasuki balkon kamarnya yangcukup luas, terdapat kenangan bersama teman-temannya. Terlihat kursi panjang,ayunan, bangku yang lebar, dan terdapat pohon besar tepat di dekat ujungpembatas balkonnya.
Ia membaringkan dirinya di bangkutepat di hadapan sebuah pohon besar tersebut, gadis itu mengayunkan kakinyayang setengah menapak di dasar tembok yang menjadi alasnya berpijak, senyumnyamengembang sempurna, terdapat banyak harapan yang bergantung di pohon itu,foto-foto mereka bergantungan di ranting.
‘CEKREK’ kilatan cahaya itumembangunkan Hesti yang langsung berbalik ke arahnya. Senyumnya semakinmenggambarkan bahwa ia memang sangat senang
“Kiky?” ujarnya tak percaya
Perlahan pemuda itu berjalanmenghampirinya sembari membawa sebuah kamera di tangan. Setelah ia sampai didekat Hesti, gadis itu segera memeluknya
“kangen banget gue sama lo,kenapa ga bilang kalo udah di bandara? kan gue bisa jemput” ujar Hesti sedikitkesal
“gue kan tau lo kuliah” balasKiky yang memang dapat di pahami oleh Hesti
“Oh iya, Santi mana? ko losendirian? gue kangen banget ma tuh anak” balas Hesti
“lo kan tau kalo cewe itu ribetapalagi dia, dan kalo udah ketemu sama nyokap lo, lo tau sendiri gimanahebohnya” balas Kiky yang langsung duduk di bangku tempat tadi Hesti berbaring
“hehe iya sih. Terus gimanakerjaannya bos?” tanya Hesti yang di iringi senyum dan langsung duduk disamping Kiky
“ya gitulah, ga semuanya berjalandengan baik” balas Kiky
“yaellah resmi banget jawabnya”
“HESTIII!!!!” teriakkan itumembuat Hesti kembali berdiri
“SANTIIII!!!!” mereka salingbertatap muka dan berpelukkan
“gue kangen sama lo” ujar Santi
“apalagi gue. eh ko lo makin gendutansih?” tanya Hesti yang membuat Santi mengerucutkan bibirnya
“oh yah? ga tau kenapa belakanganini gue emang doyan makan, tapi gapapalah yang penting ga segemuk Kiky waktu SDkan?” ucapan Santi membuat dua orang gadis itu tertawa mengejek Kiky
“puas? puas kalian? ah males gue”ujar Kiky ngambek
“hhh... dia emang agak sensitifansekarang Hes orangnya, males deh gue hadepinnya, kalo lo bareng-bareng sama diaharus banyak-banyak baca istigfar, kalo bisa yasin juga sekalian” canda Santi
“lo pikir gue dedemit apa?” balasKiky yang membuat mereka tertawa kembali
“udah dong, berateman mulu sih.Gue kangen tau sama kalian, kesel gue sendiri disini, eh tapi-tapi gue pengenceritain seseorang, biasanyakan gue suka lupa sama temen yang baru gue kenalkayak gitu, temen yang lama aja gue suka lupa, tapi engga buat kalian berdua gausah pada cemberut. Tapi yang satu ini gue gampang inget loh” cerocos Hesti
“hhmm perlu di introgasi nih”ujar Santi yang langsung mendorong Hesti untuk duduk. Kejadian ini sama sepertidulu, tepatnya terjadi pada Santi
Hesti dan Kiky mengelilingi Santiyang tengah seperti ada di ruang sidang, tepatnya ia menjadi tersangka
“sejak kapan anda mengenal priaitu?” ujar Kiky dengan setelan baju SMA dan memkai kacamata hitam besar.Mungkin di pikirannya ia sekarang tengah menjadi seorang detektif
“coba jelaskan bagaimana perasaananda?” Hesti menyambung pertanyaan Kiky, Gadis itu memakai setelan baju SMAdengan memakai baju jaket ala korea yang panjangnya melebihi rok selututnyadengan memegang kaca pembesar di tangan
“Ki... gerah nih” sambung Hestiyang ingin mencoba memebuka jaketnya
“ish... jangan dulu” Kikymencegahnya
“oke gue jawab” balas Santi yangmendapatkan acungan telunjuk dari Kiky yang menginsyaratkan ada kata-kata yangsalah
“mohon anda lebih formal” ujarKiky yang mendapat ekspresi datar dari Santi
“baik, saya akan menjawabnya,saya kenal dia baru satu tahun, dan rasanya itu gu.. saya nyamaaaannn banget”balas Santi
“baiklah-baiklah. Saudari Hestitolong catat” pinta Kiky
Hesti mengangguk
“siapa nama pemuda yang melebihiketampanan saya itu?” tanya Kiky yang membua kedua sahabatnya itu salingbertatap
“wwwwwlllleeeee” secara serempakkedua gadis itu menyepertikan orang yang sedang mual dengan omongan-omonganKiky itu.
Mengingat kejadian itu membuatmereka bertiga tertawa
“udah deh, gue bukan anak SD,SMP. atau SMA yang harus kalian introgasi kayak gitu” ujar Hesti
“tapikan kita pengen tau” balasSanti yang masih tertawa kecil
“mmmm.... besok deh gue kenalin,Oke?” ujar Hesti yang membuat kedua sahabatnya itu mengangguk
“baiklah” balas mereka berdua

Bersambung....
Besok? dengan siapa mereka akanbertemu? apakah ada kedekatan khusus antara mereka sebelumnya yang belum diketahui oleh Hesti? pasti udah pada ketebak, tapi apakah tebakannya akanmelenceng? atau malah ceritanya yang melenceng? hahaha tunggu di partselanjutnya
maaf makin ga jelas, makin gaseru
Coment masih sangat di perlukan


by: Hesti Safitri 
#TMCCSKEMA


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.