Minggu, 10 Mei 2015

Cerbung : JANGAN BERHENTI MENCINTAIKU *3

‘GAPP’ Tangan Hesti memegangtangan Nicky yang sudah berbalik. Nicky melihat ke arah tangannya sebelum iamelihat wajah gadis itu yang memandangnya polos
“makasih yah” ucapan gadis itumembuat Nicky merasa luluh “lo gapapa kan? tangan lo dingin” sambungnya sembarimemegang tangan kanan Nicky itu dengan kedua tangannya “apa lo panas juga?”Hesti mencoba memegang dahinya “ga begitu panas sih” lalu Hesti mencobamendengar detak jantung Nicky. Nicky merasa aneh, kenapa ia tak bergeming saatgadis itu memeriksa tubuhnya
‘DEG DEG DEG DEG DEG DEG’
“hah? detak jantung lo cepetbanget” ujar Hesti dengan ekspresi kaget saat kupingnya bersender pada dadaNicky
“iissshhh” Nicky menyingkirkanHesti dari tubuhnya “apaan sih lo? gue baik-baik aja, anggap aja kita ga pernahkenal, dan jangan ganggu kehidupan gue lagi” ucap Nicky itu yang kini sudahbenar-benar pergi
“tuh cowo lagi dapet apa yah?sewot bener” ujar Hesti dengan anteng-anteng aja

#Singapore
“bi... biar sama aku aja” ujarSanti yang mencegah pembantunya untuk membereskan baju-bajunya
“tapi.. mamah non...”
“udahlah bi, aku juga udah gedeko” potong Santi yang merasa kesal. Ia memang selalu di manjakan oleh ibunya,sampai-sampai semua urusan Santi di handle oleh mamahnya. Meskipun Santi samasekali tidak menyukai tindakan ibunya itu.
Wanita paruh baya itu pun berdiridan sedikit membungkukkan badannya sebelum keluar dari kamar Santi
“hhhhhhh” terdengar helaan nafassanti yang begitu berat ketika melihat semua pakaiannya yang berserakkandimana-mana, seharusnya ia tak menyuruh si mboknya keluar. Tapi ia tak mauterus menerus bergantung pada ibunya. Akhirnya ia putuskan untuk membereskanbaju-bajunya sendiri. Satu persatu baju itu pun di masukkan ke dalam koperbesar berwarna ungu, sampai akhirnya sebuah album Foto menarik perhatiannya,Santi tersenyum dan kemudian meraihnya, halaman demi halaman ia buka dengan diiringi senyum lebarnya sembari mengingat masa-masa yang tergambar pada fotoitu.
Perlahan tapi pasti sepasangtangan memegang pundak Santi ‘PLAK’ Satu tamparan mendarat pada wajah tampanpemuda yang berhasil membuat Santi sangat terkejut
“Aduuuuhhhh Santi, Sakiiiittt”keluh pemuda itu sembari memegang pipinya yang terkena tamparan sadis Santi :D
“Elo Ki? sorry yah sorry” Ujar Santimerasa bersalah sembari memegang pipi Kiky yang memerah
Kiky melihat tangan mulus Santimendarat di pipinya, tersirat senyuman di wajah Kiky “Aduh San sakit” ujar Kikysembari memegang tangan Santi yang sedang mengelus pipinya. Santi mengerutkandahinya
“ish.. itu sih maunya elu” Satukali lagi Santi menampar wajah Kiky
“Aduuuhhhh Sakiittt” Kikyberguling-guling di tempat yang biasanya di pakai Santi untuk Tidur
“Lebay lo” Santi meneruskanaktivitasnya yang tadi terganggu oleh Kiky
“Lo bilang lebay? terus lo kagetdan langsung gampar gue itu ga lebay?” elak Kiky yang langsung mengskak matSanti
“mmmm... ya... ya itu beda lagilah” jawabnya
Kiky pun bangun dari posisinya.Ia menyelip di antara bahu Santi
“album kenangan kita yah?” Kikylangsung menarik album itu tanpa peretujuan Santi dan melupakan kejadianbarusan
“cemssss” kesal Santi melihatwajah anteng Kiky yang sedang menikmati kisah masa lalunya bersama 2 oranggadis di foto tersebut
“yah kenapa yang ini dimasukkinsih? yang ini juga, nah ini juga, tuh yang ini juga” tanya Kiky kesal sembarimenunjuk beberapa foto
Santi tersenyum “dulu lo ko jelekbanget yah? udah gendut, pendek, jadi keliatannya....” Ucapan Santi terpotongketika melihat wajah kesal Kiky padanya “haha.. sorry sorry” sambung Santitanpa berhenti tertawa
“lo liatkan ini itu waktu dulu,waktu zaman kita SD. Liat dong gue sekarang” ujar Kiky sembari bergaya
“nah makanya gue bingung, ko bisajadi rubah kayak gini? jangan-jangan.....” Santi membuat mimik wajahnya sepertiorang yang menemukan suatu keterangan
“jangan-jangan apa?” Kikymengkerutkan dahinya
“lo bukan Kiky” jawab Santi yangmembuat Kiky semakin geram padanya “hahaha aduh sakit perut gue. iya, itu zamanSD, dan zaman SMP....” Santi membuka halaman berikutnya “lo kalah karate samakita” Santi menunjukkan gambar yang sesuai dengan ucapannya “tiap kali lo kenamasalah kita lagi yang harus turun tangan” sambung Santi kembali
“ya... ya iya sih, tapikan itudulu... duluuuuuuu banget” elak Kiky yang tak mau keliatan cemen di mata Santi
“oke lah oke” ucap Santimengiyakan perkataan Kiky yang di anggapnya cukup untuk mengakhiri perdebatandi antara mereka

#Indonesia
“ishhhh.... ko gue kepikiran cowoitu mulu yah?” ujar Hesti sembari berjalan menuju arah pulang dari kampusnya
“ehemmmm...” sekumpulan pemudatiba-tiba menghadang jalan Hesti, kebetulan jalan itu memang lumayan sepi danjarang ada pejalan kaki melewatinya. Perlahan Hesti memundurkan langkahnya
“manis juga nih cewe” ujarseorang pemuda pada temannya, satu sentuhan mendarat pada dagu Hesti. Gadis itumencoba mengelak
“sombong banget sih?” saat satukawannya ingin menyentuh rambut Hesti, sebuah tangan mampu menahan tanganpreman itu yang hampir saja mengenai rambut gadis yang mereka godai.
Hesti melihat ke arah pemuda yangmenjadi pahlawannya lagi. Gadis itu tersenyum
“beraninya sama cewe” Nickymembanting tangannya. pegangannya kali ini beralih menarik tangan Hesti untuktetap berada di belakangnya
“ada yang so jadi pahlawan” ujarpreman itu yang langsung mencoba menonjok Nicky, tapi untungnya Nicky bisamenahannya bahkan berbalik menonjoknya. Perkelahian pun terjadi di antaramereka, tapi karna jumlah preman itu lebih dari 3 orang sehingga membuat Nickycukup kewalahan
“Nicky awas” ujar Hesti yang ikutturun tangan saat melihat Nicky akan di serang dari belakang.
Nicky terkejut melihat apa yangdi lakukan gadis yang berusaha ia lindungi.. cukup lama ia memandang gadis ituheran
“Nicky! awasss...”
‘BUGG’ satu pukulan mendarat dipipi Nicky saat ia menengok ke arah yang Hesti tunjukkan
“uuuhhh sakitt” ujar Hesti saatmelihat kejadian itu
‘SKIPP!!’
“awwww” Nicky mengeluh kesakitansaat Hesti mengompres lukanya
“sakit yah?” tanya Hesti sembariterus mengobati luka Nicky dengan hati-hati
“udah-udah” Nicky mendorongtangan Hesti supaya berhenti mengobatinya. Tatapan aneh melekat pada mata Nickysaat melihat Hesti
“ke... kenapa?” tanya Hesti gugup
“lo bisa berantem kan? tapikenapa lo tadi malah diem aja pas di godain?” tanya Nicky mengintrogasi
“mmmm.... emang tadi gue beneryah ngelawannya? mungkin.. ya mungkin iu kebetulan aja, karna gue ga mau diamukul lo kayak gitu. Jadi yah itu spontan aja” elak Hesti
Nicky merasa tak percaya,jelas-jelas ia melihat Hesti sangat mahir dalam berkelahi
“hhhh.. emang lo percaya gue bisaberkelahi kayak gitu? lo percaya gue belajar yang kayak gituan?” ujar Hestiyang menepis semua yang dipikirkan oleh Nicky
“emang iya sih” jawab Nicky yangmasih merasa aneh
“yaudah deh, lupain, oh satu lagimakasih yah lo udah dua kali nyelametin gue, pertama handphone gue, tapi kalolo mau beramal tuh jangan setengah-setengah sekalian sambil benerin, masih matinih” ujar Hesti sembari memperlihatkan handphonenya yang memang sudah mati
“ishh.... ni anak, udah untunggue bawain” kesal Nicky yang langsung memalingkan wajahnya
Hesti terdiam, beberapa menitmereka berdiam tak berbicara
“lo marah?” tanya Hesti
“menurut lo?” jawab Nicky yangmasih kesal
“katanya lo ga mau ketemu guelagi kata lo ‘apaan sih lo? gue baik-baik aja, anggap aja kita ga pernah kenal,dan jangan ganggu kehidupan gue lagi’” ujar Hesti yang memperagakkan carabicara Nicky. Dan itu berhasil membuat Nicky tersenyum kecil, mungkin dipikirannya gadis aneh itu telah kembali pada jati dirinya, bukan gadis yang iatemui saat berkelahi tadi

Bersambung....
maaf kalo tambah ga jelas :D
Comment masih sangat di perlukan;)

by: Hesti Safitri 

#TMCCSKEMA

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.