‘GAPP’ Tangan Hesti memegangtangan Nicky yang
sudah berbalik. Nicky melihat ke arah tangannya sebelum iamelihat wajah gadis
itu yang memandangnya polos
“makasih yah” ucapan gadis itumembuat Nicky
merasa luluh “lo gapapa kan? tangan lo dingin” sambungnya sembarimemegang
tangan kanan Nicky itu dengan kedua tangannya “apa lo panas juga?”Hesti mencoba
memegang dahinya “ga begitu panas sih” lalu Hesti mencobamendengar detak
jantung Nicky. Nicky merasa aneh, kenapa ia tak bergeming saatgadis itu
memeriksa tubuhnya
‘DEG DEG DEG DEG DEG DEG’
“hah? detak jantung lo cepetbanget” ujar
Hesti dengan ekspresi kaget saat kupingnya bersender pada dadaNicky
“iissshhh” Nicky menyingkirkanHesti dari
tubuhnya “apaan sih lo? gue baik-baik aja, anggap aja kita ga pernahkenal, dan
jangan ganggu kehidupan gue lagi” ucap Nicky itu yang kini sudahbenar-benar
pergi
“tuh cowo lagi dapet apa yah?sewot bener”
ujar Hesti dengan anteng-anteng aja
#Singapore
“bi... biar sama aku aja” ujarSanti yang
mencegah pembantunya untuk membereskan baju-bajunya
“tapi.. mamah non...”
“udahlah bi, aku juga udah gedeko” potong
Santi yang merasa kesal. Ia memang selalu di manjakan oleh ibunya,sampai-sampai
semua urusan Santi di handle oleh mamahnya. Meskipun Santi samasekali tidak
menyukai tindakan ibunya itu.
Wanita paruh baya itu pun berdiridan sedikit
membungkukkan badannya sebelum keluar dari kamar Santi
“hhhhhhh” terdengar helaan nafassanti yang
begitu berat ketika melihat semua pakaiannya yang berserakkandimana-mana,
seharusnya ia tak menyuruh si mboknya keluar. Tapi ia tak mauterus menerus
bergantung pada ibunya. Akhirnya ia putuskan untuk membereskanbaju-bajunya
sendiri. Satu persatu baju itu pun di masukkan ke dalam koperbesar berwarna
ungu, sampai akhirnya sebuah album Foto menarik perhatiannya,Santi tersenyum
dan kemudian meraihnya, halaman demi halaman ia buka dengan diiringi senyum
lebarnya sembari mengingat masa-masa yang tergambar pada fotoitu.
Perlahan tapi pasti sepasangtangan memegang
pundak Santi ‘PLAK’ Satu tamparan mendarat pada wajah tampanpemuda yang
berhasil membuat Santi sangat terkejut
“Aduuuuhhhh Santi, Sakiiiittt”keluh pemuda
itu sembari memegang pipinya yang terkena tamparan sadis Santi :D
“Elo Ki? sorry yah sorry” Ujar Santimerasa
bersalah sembari memegang pipi Kiky yang memerah
Kiky melihat tangan mulus Santimendarat di
pipinya, tersirat senyuman di wajah Kiky “Aduh San sakit” ujar Kikysembari
memegang tangan Santi yang sedang mengelus pipinya. Santi mengerutkandahinya
“ish.. itu sih maunya elu” Satukali lagi
Santi menampar wajah Kiky
“Aduuuhhhh Sakiittt” Kikyberguling-guling di
tempat yang biasanya di pakai Santi untuk Tidur
“Lebay lo” Santi meneruskanaktivitasnya yang
tadi terganggu oleh Kiky
“Lo bilang lebay? terus lo kagetdan langsung
gampar gue itu ga lebay?” elak Kiky yang langsung mengskak matSanti
“mmmm... ya... ya itu beda lagilah” jawabnya
Kiky pun bangun dari posisinya.Ia menyelip di
antara bahu Santi
“album kenangan kita yah?” Kikylangsung
menarik album itu tanpa peretujuan Santi dan melupakan kejadianbarusan
“cemssss” kesal Santi melihatwajah anteng
Kiky yang sedang menikmati kisah masa lalunya bersama 2 oranggadis di foto
tersebut
“yah kenapa yang ini dimasukkinsih? yang ini
juga, nah ini juga, tuh yang ini juga” tanya Kiky kesal sembarimenunjuk
beberapa foto
Santi tersenyum “dulu lo ko jelekbanget yah?
udah gendut, pendek, jadi keliatannya....” Ucapan Santi terpotongketika melihat
wajah kesal Kiky padanya “haha.. sorry sorry” sambung Santitanpa berhenti
tertawa
“lo liatkan ini itu waktu dulu,waktu zaman
kita SD. Liat dong gue sekarang” ujar Kiky sembari bergaya
“nah makanya gue bingung, ko bisajadi rubah
kayak gini? jangan-jangan.....” Santi membuat mimik wajahnya sepertiorang yang
menemukan suatu keterangan
“jangan-jangan apa?” Kikymengkerutkan dahinya
“lo bukan Kiky” jawab Santi yangmembuat Kiky
semakin geram padanya “hahaha aduh sakit perut gue. iya, itu zamanSD, dan zaman
SMP....” Santi membuka halaman berikutnya “lo kalah karate samakita” Santi
menunjukkan gambar yang sesuai dengan ucapannya “tiap kali lo kenamasalah kita
lagi yang harus turun tangan” sambung Santi kembali
“ya... ya iya sih, tapikan itudulu...
duluuuuuuu banget” elak Kiky yang tak mau keliatan cemen di mata Santi
“oke lah oke” ucap Santimengiyakan perkataan
Kiky yang di anggapnya cukup untuk mengakhiri perdebatandi antara mereka
#Indonesia
“ishhhh.... ko gue kepikiran cowoitu mulu
yah?” ujar Hesti sembari berjalan menuju arah pulang dari kampusnya
“ehemmmm...” sekumpulan pemudatiba-tiba
menghadang jalan Hesti, kebetulan jalan itu memang lumayan sepi danjarang ada
pejalan kaki melewatinya. Perlahan Hesti memundurkan langkahnya
“manis juga nih cewe” ujarseorang pemuda pada
temannya, satu sentuhan mendarat pada dagu Hesti. Gadis itumencoba mengelak
“sombong banget sih?” saat satukawannya ingin
menyentuh rambut Hesti, sebuah tangan mampu menahan tanganpreman itu yang
hampir saja mengenai rambut gadis yang mereka godai.
Hesti melihat ke arah pemuda yangmenjadi
pahlawannya lagi. Gadis itu tersenyum
“beraninya sama cewe” Nickymembanting
tangannya. pegangannya kali ini beralih menarik tangan Hesti untuktetap berada
di belakangnya
“ada yang so jadi pahlawan” ujarpreman itu
yang langsung mencoba menonjok Nicky, tapi untungnya Nicky bisamenahannya
bahkan berbalik menonjoknya. Perkelahian pun terjadi di antaramereka, tapi
karna jumlah preman itu lebih dari 3 orang sehingga membuat Nickycukup
kewalahan
“Nicky awas” ujar Hesti yang ikutturun tangan
saat melihat Nicky akan di serang dari belakang.
Nicky terkejut melihat apa yangdi lakukan
gadis yang berusaha ia lindungi.. cukup lama ia memandang gadis ituheran
“Nicky! awasss...”
‘BUGG’ satu pukulan mendarat dipipi Nicky
saat ia menengok ke arah yang Hesti tunjukkan
“uuuhhh sakitt” ujar Hesti saatmelihat
kejadian itu
‘SKIPP!!’
“awwww” Nicky mengeluh kesakitansaat Hesti
mengompres lukanya
“sakit yah?” tanya Hesti sembariterus
mengobati luka Nicky dengan hati-hati
“udah-udah” Nicky mendorongtangan Hesti
supaya berhenti mengobatinya. Tatapan aneh melekat pada mata Nickysaat melihat
Hesti
“ke... kenapa?” tanya Hesti gugup
“lo bisa berantem kan? tapikenapa lo tadi
malah diem aja pas di godain?” tanya Nicky mengintrogasi
“mmmm.... emang tadi gue beneryah
ngelawannya? mungkin.. ya mungkin iu kebetulan aja, karna gue ga mau diamukul
lo kayak gitu. Jadi yah itu spontan aja” elak Hesti
Nicky merasa tak percaya,jelas-jelas ia
melihat Hesti sangat mahir dalam berkelahi
“hhhh.. emang lo percaya gue bisaberkelahi
kayak gitu? lo percaya gue belajar yang kayak gituan?” ujar Hestiyang menepis
semua yang dipikirkan oleh Nicky
“emang iya sih” jawab Nicky yangmasih merasa
aneh
“yaudah deh, lupain, oh satu lagimakasih yah
lo udah dua kali nyelametin gue, pertama handphone gue, tapi kalolo mau beramal
tuh jangan setengah-setengah sekalian sambil benerin, masih matinih” ujar Hesti
sembari memperlihatkan handphonenya yang memang sudah mati
“ishh.... ni anak, udah untunggue bawain”
kesal Nicky yang langsung memalingkan wajahnya
Hesti terdiam, beberapa menitmereka berdiam
tak berbicara
“lo marah?” tanya Hesti
“menurut lo?” jawab Nicky yangmasih kesal
“katanya lo ga mau ketemu guelagi kata lo
‘apaan sih lo? gue baik-baik aja, anggap aja kita ga pernah kenal,dan jangan
ganggu kehidupan gue lagi’” ujar Hesti yang memperagakkan carabicara Nicky. Dan
itu berhasil membuat Nicky tersenyum kecil, mungkin dipikirannya gadis aneh itu
telah kembali pada jati dirinya, bukan gadis yang iatemui saat berkelahi tadi
Bersambung....
maaf kalo tambah ga jelas :D
Comment masih sangat di perlukan;)
by: Hesti Safitri
#TMCCSKEMA
Tidak ada komentar :
Posting Komentar