senyuman itu ia lontarkan sesaatsetelah
melihat pesan masuk dari handphonenya
“hhhhhh....” nafasnya terdengarbegitu berat
“kayaknya udah lama banget guedisini...
ngelupain kenangan gue sama dia... mmmm emang belum bisa” ujar gadis itu
“bulan besok..... gue haruskembali, dan
ngebuang masa lalu gue, gue harus jadi Santi yang dulu, tapi.....dengan tanpa
kenangan” gadis itu berdiri di loteng apartemen yang ia tempatidengan memandang
luas disekeliling bawah apartemennya. Santi membawa sebuahfoto yang sebenarnya
selalu ia bawa kemana-mana, hanya tersisa satu foto untukmembuktikan kelamnya
cerita cinta masa lalunya dengan pemuda berkulit putih,berparas
tampan , dengan jangkung yangnormal. begitulah gambaran
pemuda pada foto itu. Suara handphone itumembangunkannya dari lamunan
“ya?” ujarnya saat mengangkat telfon itu
“kenapa sih? suaranya gitubanget. ga ikhlas
lo nerima telfon dari gue?” tanya seorang pemuda di sebrangtelfon yang merasa
kesal akan jawaban singkat dari Santi
“yaellah, berbie banget sih hatilo. iya
kenapa Ki?” jawabnya dengan nada yang sangat ramah namun terkesanterpaksa
“apa lo masih inget sama....”
“udah deh lo mau ngomong apa?”potong Santi
yang sepertinya tak mau mendengar nama yang akan di sebutkan Kiky.Ya, Kiky
memang temannya sejak kecil yang kini menjadi partner bisnisnya. Kikymemang
sudah hidup mandiri sejak ia menginjak bangku SMA meskipun keluarganyamampu mencukupi
kehidupannya dengan sangat baik.
“hhhhhh~ okelah, bulan depan lomau pulangkan?
gue uah pesenin 2 tiket buat kita, ntar gue jemput yah”
“Tapi.....”
‘NEETTT NEETT NEETT” telfon ituterputus
“ni anak, dari dulu ga pernahberubah” Santi
mendengus Kesal
#INDONESIA
“yah handphone gue” ujar seoranggadis yang
sedang celingak-celinguk mencoba menerawang di balik air danau yang
telahmenelan Handphonenya kemarin.
“Nih... huachim” seorang pemudayang
menggunakan jaket biru itu menyodorkan sebuah benda yang membuat gadisyang
bernama Hesti itu tersenyum dengan lebar
“Handphone gue” Hesti segeramengambil
handphonenya dengan sigap tanpa memandang pemuda itu
“Thank’s yah” sambungnya denganmenepuk pundak
pemuda yang telah mengembalikan handphonenya dengan tanpamemperhatikannya lagi
“huachim...” pemuda itu berkali-kali
bersin tanpa henti
Pada malam hari Nicky mencobamemasuki
kampusnya “kalo gue ga ngerasabersalah, mana mau gue kayak gini, dasar cewe
aneh” ucapnya saat mulai memasuki dinginnya air danau buatan ditaman kampusnya.
Kebetulan malam itu bulan bersinar dengan sempurna, sehinggatak susah juga
untuknya mencari penerangan, perlahan ia memasuki air danau itu.Sebuah benda
keras yang berbentuk persegi panjang itu berhasil di raihnya setelahmenyelam
memasuki dasar danau. Terdengar suara nafas yang tak teratur dengan baik pada
Nicky setelah menepi pada danau tersebut yang airnya dirasakanseperti jarum es
yang menusuk-nusuk tubuhnya, kurang lebih 1 jam ia mencaribenda tersebut yang
rencananya akan ia berikan besok pada gadis yang bernamaHesti itu.
Hesti merasa terkejut setelahmelihat
laki-laki yang ada di hadapannya “lo bukannya.... emmmm” sejenak Hestiberfikir
“oh cowo yang nabrak gue, terus yang nawarin gue pengobatan di kliniklo,
iyakan?” sambungnya dengan yakin. Ekspresi yang di berikan pemuda yangbernama
Nicky itu seperti seseorang yang tak habis pikir tentang apa yang dipikirkan
oleh gadis itu
“gue kasih tau yah, pertama guega tau apa
yang ada di pikiran lo tentang gue, tapi lo harus tau gue ga bukaklinik atau
apalah itu. Yang kedua....... gue emang ngambil handphone lo, tapiinget jangan
berfikiran macem-macem, itu karna gue ngerasa bersalah karna udahnabrak lo, dan
buat lo nangis kemarin, dan yang terakhir, gue mau tanya kenapa kemarinlo
nangis?” Nicky menjelaskannya panjang lebar
“gue? nangis? emang iya?” Hestimencoba
berfikir dengan keras “perasaan gue jarang nangis deh” sambungnya lagiyang
membuat Nicky merasa geram
“yaudah deh mau nangis mau engga,lo inget apa
engga, ga ngaruh sama gue... gue nemuin lo karna mau balikin inidoang” ujar
Nicky yang pada beberapa kata ia tinggikan, setelah itu pun iaberniat pergi
‘GAPP’ Tangan Hesti memegangtangan Nicky yang
sudah berbalik. Nicky melihat ke arah tangannya sebelum iamelihat wajah gadis
itu yang memandangnya polos
“makasih yah” ucapan gadis itumembuat Nicky
merasa luluh “lo gapapa kan? tangan lo dingin” sambungnya sembarimemegang
tangan kanan Nicky itu dengan kedua tangannya “apa lo panas juga?”Hesti mencoba
memegang dahinya “ga begitu panas sih” lalu Hesti mencobamendengar detak
jantung Nicky. Nicky merasa aneh, kenapa ia tak bergeming saatgadis itu
memeriksa tubuhnya
‘DEG DEG DEG DEG DEG DEG’
“hah? detak jantung lo cepetbanget” ujar
Hesti dengan ekspresi kaget saat kupingnya bersender pada dadaNicky
“iissshhh” Nicky menyingkirkanHesti dari
tubuhnya “apaan sih lo? gue baik-baik aja, anggap aja kita ga pernahkenal, dan
jangan ganggu kehidupan gue lagi” ucap Nicky itu yang kini sudahbenar-benar
pergi
Bersambung......
Bagaimana kelanjutannya,sebenarnya apa sih
kedekatan antara Kiky, Santi, Hesti, dan Nicky?
Comment masih sangat di perlukan;)
by : Hesti Safitri
#TMCCSKEMA
#TMCCSKEMA
Tidak ada komentar :
Posting Komentar